STUDI KASUS OUTPUT PENDIDIKAN DAN KETERSEDIAAN LAPANGAN PEKERJAAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Ekonomi Pendidikan
yang dibina oleh Dr. Asep Sunandar, S. Pd., M.AP.
Oleh kelompok 1:
Agam Hyansantang Maulana
140131604010
Ahmad Tohirin
140131603214
Amalia Rosidah
140131604129
Icmi Noorwihenrita Widya Wiratama
140131603088
Ika Alifiyah
140131602643
Intan Dina Kartika
140131604093
Novita Rahayu
140131603678
Prasetyo Budi Aji
140131603648
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
November 2015
INSTRUMEN STUDI KASUS “OUTPUT PENDIDIKAN DAN KETERSEDIAAN LAPANGAN PEKERJAAN” DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
A. Identitas pengisi
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Fakultas
| |||||
Laki-Laki
|
Perempuan
|
1. FPsi
|
5. FIS
| ||||
2. FIP
|
6. FIK
| ||||||
TTL
|
NIM
|
Dosen
|
mahasiswa
|
3. FS
|
7. FE
| ||
4. FMIPA
|
8. FT
| ||||||
Pendidikan
|
SMA
|
S1
|
S2
|
S3
| |||
Berilah tanda centang(√) pada kolom dibawah ini, kecuali untuk pengisian nama, TTL, dan NIM.
B. Instrument tentang output pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Isilah kolom pernyataan berikut ini dengan tanda centang (√)
Keterangan: (1: Sangat Setuju) (2: Setuju) (3: Kurang Setuju ) (4: Tidak Setuju)
No.
|
Pernyataan
|
Tanggapan/Sikap/
Penilaian Anda
| |||
1
|
2
|
3
|
4
| ||
1.
|
Saya memilih jurusan yang sesuai dengan pekerjaan yang saya cita-citakan.
| ||||
2.
|
Saya memilih jurusan di perguruan tinggi yang nantinya dapat saya gunakan untuk membuka lapangan pekerjaan.
| ||||
3.
|
Saya yakin bahwa jurusan yangsaya pilih, memiliki prospek kerja terjamin dimasa yang akan datang.
| ||||
4.
|
Saya berusaha untuk mengikuti perkembangan dunia kerja yang berkaitan dengan prodi, untuk menyesuaikan tuntutan zaman.
| ||||
5.
|
Saya mengoptimalkan tuntutan life skill yang diperlukan dalam dunia kerja yang berkaitan dengan jurusan/prodi.
| ||||
6.
|
Tenaga guru yang ada sudah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh sekolah/lembaga pendidikan.
| ||||
7.
|
Saya memaksimalkan studi dan melatih skill untuk mengantisipasi ketersediaan dan tuntutan lapangan pekerjaan dimasa yang akan datang.
| ||||
8.
|
Saya akan bekerja sesuai dengan bidang yang saya pelajari.
| ||||
9.
|
Saya telah merencanakan jenjang pendidikan yang akan ditempuh sejak awal.
| ||||
10.
|
Saya memilih jurusan/prodi berdasarkan kuota yang paling banyak dibutuhkan/terserap lapangan pekerjaan.
| ||||
11.
|
Saya mencari informasi sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya mengenai jurusan yang akan saya masuki di jenjang yang lebih tinggi.
| ||||
12.
|
Saya memilih jurusan/prodi setelah membicarakannya/berkonsultasi dengan orang tua.
| ||||
13.
|
Saya telah memiliki gambaran pekerjaan yang akan dimiliki setelah menempuh pendidikan tinggi dengan jurusan yang saya pilih.
| ||||
14.
|
Saya merasa sudah mendapatkan pendidikan yang sesuai untuk pekerjaan yang saya inginkan.
| ||||
15.
|
Setelah selesai menempuh pendidikan, saya merasa mampu menciptakan lapagan pekerjaan.
| ||||
16.
|
Saya lebih suka menjadi wiraswasta dari pada menjadi pegawai negeri
| ||||
17.
|
Tenaga dosen yang bekerja pada lembaga pendidikan yang pernah anda tempuh memiliki sikap dan perilaku yang patut diteladani oleh peserta didiknya.
| ||||
18.
|
Saya lebih suka menjadi wirausaha dari pada menjadi pegawai neger dan wiraswasta.
| ||||
19.
|
Saya telah merencanakan pekerjaan yang akan saya inginkan dan sesuai jurusan/prodi yang saya ambil, ketika saya lulus.
| ||||
20.
|
Tenaga dosen yang bekerja pada lembaga pendidikan yang pernah anda tempuh memiliki pelayanan mengajar yang professional, dengan kata lain tidak membadakan peserta didik yang mampu maupun tidak mampu baik dari segi kemampuan belajar maupun ekonomi keluarga.
| ||||
21.
|
Kurang adanya relevansi antara kompetensi yang dipelajari di lembaga pendidikan dengan tuntutan dunia kerja.
| ||||
22.
|
Tenaga guru yang bekerja pada lembaga pendidikan yang pernah anda tempuh pandai mengendalikan emosional dari dalam dirinya.
| ||||
23.
|
Pendidikan di Indonesia kurang memberikan tumbuhnya jiwa kewirausahaan dan tidak memberikan pengalaman pengambilan keputusan.
| ||||
24.
|
Masyarakat di Indonesia kurang dapat informasi tentang bisnis dan industry.
| ||||
25.
|
Kota besar masih menjadi daya Tarik bagi pencari kerja di Indonesia.
| ||||
26.
|
Merasa pesimis terhadap masa depan karena sempitnya lapangan pekerjaan.
| ||||
27.
|
Cita-cita tidak sesuai dengan pendidikan yang di tempuh.
| ||||
28.
|
Jurusan/ prodi yang saya pelajari memiliki peluang besar dilapangan pekerjaan.
| ||||
29.
|
Saya memiliki potensi dalam hal pengembangan pekerjaan untuk masa depan.
| ||||
30.
|
Saya memiliki ketertarikan dalam mengembangkan kewirausahaan.
| ||||
31.
|
Pendidikan yang Anda tempuh relevan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dalam beberapa tahun mendatang.
| ||||
32.
|
Saya ahli dan terampil pada bidang pendidikan yang ditempuh.
| ||||
33.
|
Anda yakin akan mampu bersaing untuk mendapat lapangan pekerjaan sesuai yang diinginkan.
| ||||
34.
|
Saya memiliki rencana lain jika tidak terserap pada lapangan pekerjaan yang ada.
| ||||
35.
|
Saya masih bingung apa yang akan dilakukan setelah lulus.
| ||||
36.
|
Saya masih belum percaya diri untuk menghadapi dunia kerja.
| ||||
37.
|
Saya memiliki keinginan untuk berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan sendiri.
| ||||
38.
|
Jumlah output pendidikan di bidang Anda dan jumlah tersedianya lapangan pekerjaan memiliki perbandingan yang seimbang.
| ||||
39.
|
Menurut anda pendidikan dan keterampilan yang sedang anda sesuai dengan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
| ||||
40.
|
Fasilitas dalam pengajaran sudah sesuai dengan dunia kerja yang sesungguhnya.
| ||||
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil observasi dan penelitian yang telah kami lakukan kepada Mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Negeri Malang yaitu mengenai output pendidikan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan adalah seperti yang tercantum dalam data berikut ini:
No.
|
Keterangan
|
Range
|
Frekuensi X
|
Frekuensi Y
|
% X
|
% Y
|
1
|
Sangat setuju
|
15-30
|
6
|
0
|
5.556
|
0.000
|
2
|
Setuju
|
31-46
|
87
|
70
|
80.556
|
64.815
|
3
|
Kurang Setuju
|
47-62
|
14
|
37
|
12.963
|
34.259
|
4
|
Tidak Setuju
|
63-78
|
1
|
1
|
0.926
|
0.926
|
Total
|
108
|
108
|
100%
|
100%
| ||
Keterangan:
1. Frekuensi X : merupakan keterangan angket yang berkaitan dengan
proses menempuh pendidikan.
2. Frekuensi Y : merupakan keterangan angket yang menyatakan sebuah
balikan atas penempuhan pendidikan.
3. % X : merupakan besar dari perbandingan dari frekuensi X
dengan jumlah angket yang disebar.
4. % Y : merupakan besar dari perbandingan dari frekuens Y
dengan jumlah angket yang disebar.
Berdasarkan data di atas maka, dapat dikatakan bahwa hasil penelitian dan survei yang kelompok lakukan adalah para objek penelitian menyatakan setuju pada output pendidikan dan ketersedianan lapangan pekerjaan ketika mereka lulus dari universitas. Objek penelitian memberikan penilaian bahwa ketika mereka lulus dari universitas, maka mereka akan dapat bekerja sesuai dengan jurusan atau prodi yang telah mereka tempuh pada saat perkuliahan. Objek penelitian akan berusaha untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang mereka pelajari, mereka juga setuju terhadap output pendidikan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Sebesar 5.6% mahasiswa sangat setuju dengan pendidikan dan studi yang sedang mereka tempuh sekarang. Mereka meyakini bahwa semua proses dan studi yang sedang mereka jalani nantinya akan bermanfaat untuk mencari pekerjaan di dunia kerja. Mereka memiliki pendapat yang rendah mengenai proses pendidikan baik dari pemilihan prodi/jurusan, memandang prospek kerja di masa depan, pencarian informasi mengenai jurusan yang ditempuh, dan kepercayaan diri terhadap prodi yang sedang dipelajari. Mahasiswa yang sedang akif dalam studinya, masih pada ahap rendah dalam menyadari sangat prntingnya pendidikan, mereka menganggap pendidikan itu penting, namun belum sampai mencapai kualifikasi sangat penting. Sedangkan pendapat mahasiswa tentang balikan dari proses pendidikan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan adalah 0%, ini berarti bahwa mahasiswa sangat kurang begitu memprioritaskan hasil balikan pendidikan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan.
Sebesar 80.6% dari data yang kami peroleh dalam penelitian terhadap mahasiswa, mereka berpendapat bahwa setuju dengan proses pendidikan yang nantinya akan menunjang mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Mahasiswa setuju dengan bidang studi dan prodi yang mereka tempuh sekarang ini dapat membantu dan bermanfaat pada masa yang akan datang. Sedangkan 64.8% mahasiswa juga setuju terhadap bentuk balikan yang didapat apabila menempuh studi pada bidang tertentu. Mereka mayoritas yakin bahwa dengan belajar sesuai prodi yang sedang ditempuh, mereka akan mendapatkan manfaat dan balikan dari kegiatanya menempuh studi.
Sebanyak 12.9% mahasiswa menyatakan kurang setuju terhadap frekuensi X yang merupakan keterangan angket yang berkaitan dengan proses menempuh pendidikan. Mereka kurang setuju dengan pernyataan bahwa proses pendidikan akan berdampak baik untuk masa yang akan dating yang berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun, 34.3% mahasiswa yang kami teliti menyatakan kurang setuju dengan balikan yang di dapat jika mereka menempuh pendidikan sesuai dengan prodi/ jurusan.
Sebanyak 0.9% mahasiswa menyatakan tidak setuju terhadap faktor X dan faktor Y. Mereka tidak setuju terhadap proses yang berkaitan dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan pekerjaan yang akan ditekuninya di masa yang akan datang.selain itu, mereka juga berpendapat bahwa tidak setuju terhadap hasil balikan yang di peroleh dari mengikuti dan menempuh masa studi di perguruan tinggi, mereka juga berpendapat apakah balikan dari proses pendidikan akan sesuai dengan studi yang di tempuh.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa mayoritas mahasiswa setuju dengan proses pendidikan itu penting untuk bekal dalam mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus dari perguruan tinngi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan data sebesar 80.6% frekuensi dari objek penelitian. Selain itu, mahasiswa juga setuju terhadap balikan yang didapat jika mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi maupun yang sederajad. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan data sebesar 64,8% yang setuju dengan balikan yang akan diperoleh jika seseorang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menyikapi dari hasil penelitian yang kelompok lakukan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, beberapa hal yang menjadi faktoe penting dalam output pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan adalah dengan adanya studi sesuai dengan bidang yang diinginkan, sehingga mereka akan ahli dalam bidang yang diinginkan oleh orang yang bersangkutan. Selain factor yang disebutkan di atas, faktoe lain adalah mahasiswa yakin dengan mereka menempuh studi di perguruan tinggi, maka mereka akan mendapatkan rate of return atau balikan dari studi tersebut berupa pekerjaan yang sesuai dengan apa bidang yang dipelajari.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh mengenai output pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan, mayoritas output pendidikan di Indonesia bekerja dengan tidak sesuai bidang yang dipelajari pada saat di perguruan tinggi. Mereka kebanyakan bekerja tidak relevan dengan bidang khusus yang mereka pelajari di perguruan tinggi, sehingga hal tersebut dapat menutup lapangan pekerjaan bagi output pendidikan yang memiliki kualifikasi yang relevan dengan pekerjaan. Persamaan dari hasil penelitian dan teori yang kami peroleh sebelumnya adalah mahasiswa yakin bahwa melalui studi pada sebuah perguruan tinggi, nantinya kita akan mendapatka rate of return atau balikan yang sesuai dengan apa yang telah kita keluarkan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, contohnya: dana, waktu, dll. Sedangkan perbedaan antara teori dan hasil observasi adalah jika teori beranggapan bahwa dengan menempuh pendidikan pada bidang khusus tertentu, output pendidikan akan mendapatkan pekerjaan dengan sesuai dengan bidang yang ditekuni dan tidak sesuai dengan bidang yang ditekuni. Namun dalam hasil penelitian yang kelompok lakukan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, para output prndidikan yakin bahwa dengan mereka menempuh pendidikan yang di inginkan,maka mereka akan ahli dalam bidang tertentu dan kemuadian akan mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai dengn bidang yang dipelajari di perguruan tinggi. Menyikapi kasus output pendidikan terhadap ketersediaan llapangan pekerjaan, dapat dikatakan bahwa di Indonesia masih perlu adanya kualifikasi rekrutmen personalia yang sesuai dengan bidang yang dibutuhkan, kemudian calon pegawai harus memiliki keahlian yang sesuai dengan bidang yang ditawarkan. Setiap tahunya output pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan tentunya bergerak dinamis, artinya selalu berubah-ubah sesuai dengan permintaan personalia yang dibutuhkan. Sehingga perlu adanya penelitian yang lebih mendalam dan mendetai mengenai kasus output pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan.







6 Desember 2018 pukul 16.14
Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
hanya di D*EW*A*P*K / pin bb D87604A1
dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)
6 Desember 2018 pukul 17.01
ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
Promo Fans**poker saat ini :
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^